Wednesday, June 4, 2014

on

Teknik Dasar Mengukir Cangkang Telur

Ukiran cangkang telur memang unik dan menarik. Nilainya tinggi karena dianggap sebagai barang seni. Semakin rumit pola ukiran semakin tinggi nilai dan harganya.

Harga produk jadi bisa berlipat-lipat jika dibandingkan dengan harga bahan mentahnya. Cangkang telur angsa, misalnya, bisa dibeli dengan harga puluhan ribu. Ketika sudah menjadi produk ukiran telur, harganya bisa melambung tinggi hingga ratusan ribu bahkan jutaan. Apalagi ukiran cangkang telur kasuari/emu dan burung unta. Harga cangkangnya saja sudah ratusan ribu. Produk jadinya hampir pasti di angka jutaan.

Mengapa bisa demikian?

Tentu saja karena proses pembuatanya yang cukup menyita waktu, butuh ketelatenan dan konsentrasi tinggi, serta yang tak kalah penting adalah kreatifitas. Selain itu, resiko cangkang pecah sangat besar. Untuk menghasilkan produk cangkang telur ukir bernilai seni tinggi, para pengukir profesional bahkan harus menggunakan alat khusus yang harganya sangat mahal, hingga di atas 10 juta.

Untuk pemula yang ingin belajar mengukir telur, tak perlu keluar uang sebesar itu. Cukup dengan gerinda mini berharga beberapa ratus ribu sudah bisa membuat produk serupa. Memang ada beberapa keterbatasan, tapi untuk sekedar belajar sudah cukup.

Setelah punya alat, maka ada beberapa hal yang perlu dipelajari. Salah satu hal yang penting adalah teknik dasar mengukir telur, seperti yang akan ditulis di sini.

Perlu diingat bahwa teknik-teknik berikut bukan hasil penelitian formal, tapi sekedar hasil baca sana baca sini, mengamati dan membandingkan aneka gambar produk ukir cangkang telur yang ada di internet. Ini karena setidaknya hingga saat sekarang belum ada buku yang khusus mengulas tentang seni ukir cangkang telur.

1.  Etching
Ini adalah teknik mengukir telur dengan cara membuat goresan-goresan di atas permukaan cangkang telur sehingga dihasilkan pola/gambar tertentu sesuai keinginan. Cangkang telur masih bulat utuh tanpa ada yang tertembus alat ukir. Produk jadi akan serupa relief di atas permukaan cangkang telur. Teknik etching bisa menggunakan alat ukir manual maupun bermesin.

2.  Drilling
Teknik ini memerlukan alat khusus berupa bor/rotary tool. Cangkang telur diukir dengan cara dilubangi satu-persatu sehingga dihasilkan pola atau gambar tertentu. Pola tersebut biasanya merupakan bagian yang tidak dibor. Jadi bagian yang dilubangi berada di sekitar gambar yang ingin dihasilkan. Bentuk telur masih jelas dan utuh, hanya nampak lubang-lubang di permukaannya.

Lubang yang dibuat bisa sebesar mata bor bisa pula diperlebar sesuai keinginan. Jika lubang sebesar mata bor, kira-kira berdiameter 1 mm, maka untuk bisa menghasilkan pola yang cukup rumit kadang memerlukan lubang hingga ribuan jumlahnya. Ukiran cangkang telur dengan teknik drilling lebih indah dinikmati jika didalamnya dipasangi lampu LED putih. Ini bertujuan agar pola yang dihasilkan bisa terlihat lebih jelas.

Salah satu seniman yang setia dengan teknik ini adalah Franc Gromm dari Slovenia. Sila Google untuk menikmati sebagian karya-karyanya yang luar biasa.

3.  Cutting
Cangkang telur yang diukir dengan teknik cutting terkadang punya bentuk yang ekstrem. Sebagian bahkan tidak tampak lagi seperti cangkang telur. Ini terjadi karena cangkang telur dipotong-potong sesuai keinginan demi memperoleh bentuk-bentuk tertentu. Biasanya alat yang dipakai sama hanya mata bornya saja yang diganti dengan mata berujung pipih seperti gergaji. Namun jika tidak ada, mata bor biasa juga bisa dipakai untuk memotong. Tapi proses pengukiran harus jauh lebih hati-hati karena resiko pecah lebih besar.

Itulah tiga teknik dasar mengukir cangkang telur. Saat ketiganya telah dikuasai, maka produk ukir telur yang dihasilkan pasti akan luar biasa.

sumber gambar: greateggspectations.net